Mengenal Penyebab Dilakukannya Episiotomi pada Ibu Hamil

Beli perlengkapan bayi saat masa kehamilan Anda telah memasuki usia 7 bulan sebelum usia 9 bulan. Anda perlu istirahat dan menjaga aktivitas jika telah mendekati hari kelahiran bayi. Aktivitas selama masa kehamilan akan berisiko terhadap persalinan yang akan dilakukan. Normal atau tidaknya persalinan akan dilihat dari posisi bayi saat hari lahir.

Apa Itu Episiotomi?

Episiotomi merupakan sebuah tindakan saat berlangsungnya proses persalinan dengan melakukan penyuntikan bius lokal di area sekitar vagina. Bius dilakukan agar tidak terasa sakit saat Dokter melakukan untuk memperbesar jalan lahir agar bayi Anda lebih leluasa saat dilahirkan.

Apakah Penyebab Dilakukannya Episiotomi?

  1. Gawat Janin

Kondisi gawat janin (fetal distress) adalah sebuah kondisi di mana bayi Anda tidak mendapatkan cukup oksigen. Keadaan ini membuat bayi harus segera dikeluarkan agar terhindar dari risiko cacat lahir atau bahan lahir dalam keadaan meninggal. Kondisi gawat janin ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan atau penurunan detak jantung bayi secara drastis.

  1. Ukuran Bayi

Bayi yang memiliki ukuran terlalu besar dengan berat badan dan juga tinggi yang melebihi kapasitas rahim membuat perlunya tindakan episiotomi. Ukuran bayi yang besar akan memperlambat proses persalinan sehingga jalan lahir perlu diperbesar agar bayi dapat keluar dengan segera. Pada kondisi ini juga diperlukan alat forceps atau vakum.

  1. Posisi Tidak Normal

Tindakan episiotomi juga dilakukan pada bayi yang memiliki posisi tidak normal. Salah satunya pada bayi yang mengalami sungsang atau kondisi posisi kepala bayi yang abnormal mungkin. Jika tidak segera dilakukan akan membuat risiko buruk seperti kematian dapat terjadi.

  1. Kelamaan Mengejan

Bayi telah keluar hanya saja belum tuntas sedang Anda telah kelamaan mengejan dan tidak sanggup lagi untuk melakukannya. Maka episiotomi akan dilakukan untuk membuat bayi dapat keluar dari rahim tanpa mengalami risiko buruk.

Bagaimanakah Cara untuk Menghindari Episiotomi?

Cara yang bisa dilakukan agar tidak terjadinya tindakan episiotomi saat proses persalinan adalah dengan melakukan latihan pernapasan dan meniup. Latihan ini berguna untuk membuat otot-otot perineum dapat melebar dengan lebih mudah. Latihan ini bisa Anda lakukan di masa akhir kehamilan.

Selain itu Anda juga dapat melakukan pijatan pada area perineum setelah usia kehamilan 35 minggu. Pijatan perineum ini dapat Anda lakukan dua kali dalam seminggu dengan cara memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina. Setelahnya tekan ke arah perineum.

Olahraga merupakan salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kekakuan otot-otot yang akan bekerja selama proses persalinan. Senam selama hamil salah satu jenis olahraga yang aman dilakukan. Anda dapat melakukannya di rumah atau pun mengikuti kelas senam. Selain itu biasakan untuk mengatur pola makan dengan sebaik mungkin.