Berbagai Macam Alergi Dan Pemicunya Unik-Unik

Alergi merupakan salah satu bentuk perlindungan dari dalam tubuh yang muncul ketika sistem tubuh sedang bekerja melawan partikel asing yang berbahaya di dalam tubuh. Sayangnya pada penyakit alergi, perlindungan yang diberikan oleh sistem imun tubuh kurang tepat karena sebenarnya partikel asing yang dikenali sebagai partikel berbahaya hanya berupa partikel biasa yang tidak memiliki dampak berbahaya bagi tubuh. Misalnya saja debu, serbuk bunga, bulu hewan dan lain sebagainya yang kebanyakan dapat ditemukan dengan mudah. Tentunya akan terasa sangat merepotkan bila memiliki alergi seperti itu. Memang ada banyak sekali macam alergi dan pemicunya, namun kebanyakan pemicunya berasal dari benda-benda yang dapat anda temukan dengan mudah di sekitar anda.

Apalagi bagi pengidap asma, setiap terpapar oleh alergen (zat pemicu alergi) maka asma nya dapat kambuh. Maka dari itulah rumah menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi pengidap alergi. Namun tentunya tidak mungkin jika hanya berdiam diri di dalam rumah terus-menerus. Mengapa begitu? Karena rumah menjadi salah satu sumber alergen yang paling banyak. Banyak sekali macam alergi dan penyebabnya berupa debu, tungau, jamur, hewan peliharaan dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa gejala alergi yang biasanya muncul di dalam rumah.

  1. Konjungtivitis atau peradangan pada selaput lapisan mata, mata akan berair, terasa gatal dan juga mata menjadi merah.
  2. Masalah pernapasan yang sering muncul berupa hidung berair atau hidung tersumbat, hidung terasa gatal, bersin-bersin, terdengar suara mengi ketika bernapas dan sesak napas/ kesulitan bernapas.
  3. Alergi dermatitis atau yang biasanya terjadi pada kulit seperti munculnya ruam berwarna merah, eksim dan juga kulit terasa gatal.

Ada banyak sekali macam alergi dan penyebabnya yang ada di dalam rumah, misalnya saja penyebabnya berupa tungau, kecoa, debu dan lain sebagainya. Berikut akan dijelaskan secara lebih detail di bawah ini.

  • Debu

Debu merupakan kumpulan partikel kecil-kecil yang merupakan sisa dari berbagai hal seperti rontokan daun kering, bangkai serangga, sel kulit mati, serat pakaian, sisa makanan dan lain sebagainya.

  • Tungau

Debu yang menumpuk di sudut rumah menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi tungau. Tungau sendiri dapat hidup hanya dengan sel-sel kulit mati yang dilepaskan oleh tubuh setiap harinya. Maka dari itulah tidak heran apabila anda dapat menemukan tungau dengan mudah di Kasur, seprei, bantal, boneka dan juga sela-sela jahitan pada Kasur atau seprei.

  • Kecoa

Seperti yang anda ketahui bahwa kecoa merupakan hewan yang kotor dan menjadi salah satu penyebab penyakit. Namun yang mengesalkan adalah kecoa merupakan salah satu hewan yang paling mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Hal tersebut membuat kecoa dapat hidup dimana pun.

  • Hewan Peliharaan

Bulu-bulu hewan peliharaan menjadi salah satu macam alergi dan penyebabnya yang paling banyak menimbulkan reaksi alergi. Padahal rontoknya bulu pada hewan peliharaan merupakan mekanisme alami dari hewan itu sendiri. Tidak hanya bulu dari hewan peliharaan saja, namun protein yang terkandung dalam urin, feses maupun air liur hewan juga dapat menjadi pemicu alergi.

  • Lumut

Lumut dan juga jamur biasanya tumbuh di tempat yang lembab, gelap dan juga basah seperti gudang maupun kamar mandi. Ketika jamur dan lumut sudah matang, ia akan melepaskan spora yang menjadi penyebab utama timbulnya reaksi alergi. Apabila menghirup spora jamur dan lumut terlalu banyak, maka dapat berbahaya bagi kesehatan.

Selain penyebab-penyebab alergi di atas, masih ada beberapa macam alergi dan penyebabnya yang unik dan mungkin belum pernah anda ketahui sebelumnya. Alergi di atas termasuk ke dalam jenis alergi yang dapat anda temui dengan mudah, alergi debu, alergi bulu hewan peliharaan, alergi lumut dan lain sebagainya. Namun jenis-jenis alergi di bawah ini tidak akan anda temukan dengan mudah di sekitar anda.

  • Alergi terhadap daging merah

Sebagai salah satu makanan pokok yang menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi, alergi terhadap daging merah termasuk salah satu alergi yang jarang anda temukan. Untuk mengidentifikasi jenis alergi yang satu ini juga termasuk sulit. Orang-orang yang memiliki alergi daging merah sensitif terhadap salah satu komponen gula yang bernapa alpha-galactose yang ada pada daging. Proses pemasakan daging merah yang benar menjadi sangat penting untuk mengurangi resiko munculnya reaksi alergi.

  • Alergi terhadap biji wijen

Sama seperti alergi terhadap daging merah, alergi terhadap biji wijen juga termasuk alergi yang jarang ditemui. Bahkan di Amerika saja hanya ada 0,1% dari keseluruhan kasus alergi. Penyebab utama alergi ini adalah protein tertentu yang hanya ada di biji wijen. Jadi setiap mengkonsumsi atau terpapar wijen, entah dalam bentuk ekstrak atau minyak wijen, maka reaksi alergi dapat muncul.